Tolong

0
55

Jijik! Kata pertama yang bisa kuungkapkan atas perlakuannya padaku.

Lidahnya menjilati seluruh tubuhku dengan napas menderu. Jemarinya pun bergerak ke beberapa titik tubuh hingga memaksaku untuk menahan rasa benci.

Basah dan ah ….

Aku tidak berdaya untuk melawan, tubuhku kaku dan terjebak di kamarnya. Sejak awal seharusnya aku paham, tugasku hanya diam dan memasang wajah sama. Namun, aku benci ini.

Semoga ini segera berakhir. Berharap, seseorang bisa menolongku untuk bebas dari tarian lidahnya yang basah itu.

Tepat saat rasa ini tidak tertahankan, pintu pun terbuka.

“Sayang, aduhh anak mama ini, cerminnya jangan dijilatin. Nggak boleh!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here