Resensi Devil in Black Jeans

0
8

Yuhuu kali ini Dee mau coba resensi buku Devil in Black Jeans karya Alea Zalea.  Dee sih selalu suka sama karya beliau ini, karena Dee suka banget sama gaya dia dalam menuliskan sesuatu. So, ketika ada tugas resensi langsung deh comot buku ini. Selain suka sama penulisnya, Dee asli jatuh cinta sama karakter Jo yang manly dan bikin melting. Serius, ngebayangin Jo tuh kayak ngebayangin ayang mantan yang jago gebukin drum (suami maksudnya hihihi), tapi minus tatoo ya … karena Jo disini digambarkan sebagai drummer paling tenar dan gantengnya luar biasa.

Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama dengan tebal 352 halaman ini, pertama terbit pada Januari 2013. Genre yang diusungnya metropop dengan permasalahan khas wanita modern. Jadi, cocoklah sama Dee yang kadang kambuh labilnya kyakyakyakya.

Lihat sampulnya saja sudah bikin merinding-merinding gimana gituh, karena ada drum stick yang terselip di saku belakang jeansnya. Oh my … sayangnya ayang mantan Dee nggak seekstrem itu, takut nunjes kalau kelupaan pas duduk. Jiah!

Konflik dimulai saat Dara wulandari yang biasa dipanggil Dara sebagai tokoh utama datang ke wawancara kerja sebagai asistennya Blu, adik Jo yang sedang meroket karirnya. Gaya busana Dara yang chick dan kekinian membuat Blu kepincut, apalagi saat Blu dan Dara ternyata sama-sama suka Katniss dalam Hunger Game dari pada Bella dalam Twilight. Keduanya pun makin akur dan kompak mojok berdua.

Sayangnya, Jo yang berpengalaman sama cewek, melihat kecantikan Dara yang mempesona, jadi underestimate. Baginya, cewek cantik kayak Dara tuh nggak bisa kerja bener dan cocoknya cuman dipajang untuk dipamer-pamerkan. Padahal, Dara punya track record yang sangat baik, karena bertahun-tahun menjadi asisten artis senior yang sekarang sudah pensiun dari dunia hiburan. Makanya, Dara mau melamar sebagai asisten Blu. Tujuannya jelas, selain membuang kejenuhan juga untuk mengumpulkan uang guna biaya pernikahannya dengan Panji, tunangannya.

Jo yang sengak sama Dara kena batunya saat tanpa sengaja Dara melempar pertanyaan konyol yang ditanggapi dengan emosiaonal oleh Jo. Makanya Jo jadi galak dan nggak mau menerima dara meskipun Blu mengatakan setuju.

Karena Blu ngambek dan bersikukuh menginginkan Dara sebagai asistennya, akhirnya Jo mengalah dan memberikan sederet aturan serta pekerjaan yang membuat Dara harus pulang malam setiap harinya. Selain itu, sikap sinis dan menyebalkan selalu Jo perlihatkan kepada Dara. Terlebih setelah Dara berani mengganti isi lemari es Jo yang penuh makanan junk food dan minuman yang nggak sehat, hubungan keduanya semakin memanas.

But, bagian paling bikin gemes-gemes gimana gitu … terjadi saat keduanya udah akur, eh Dara sama BLu berkonspirasi untuk pergi ke pesta dansa Blu tanpa sepengetahuan Jo. Dampaknya Dara dipecat!

 

Blu nangis dan ngambek panjang sama Jo, demikian juga Poppy, Ibunya Blu berusaha membujuk Jo untuk bicara langsung kepada Dara. Sehingga Jo dengan menelan semua ego serta gengsinya menemui Dara. Tentu saja, disambut dengan dingin meksipun sudah meminta maaf dan janji menaikkan gaji Dara berkali-kali lipat.

Dilain sisi, tunangan Dara, Panji. Semula sudah senang kalau Dara jauh-jauh dari dunia keartisan. Namun Panji mulai jengah ketika Dara memutuskan kembali jadi asisten. Kemudian, ketika Dara dipecat … Panji bahagia. Nah dodolnya Panji tuh, ketika Dara bilang gajinya sangat menggirukan eh Panji malah mengizinkan Dara kembali jadi asisten Blu.

Prahara pun dimulai dengan habis-habisan disini. Jo yang udah naksir berat sama Dara berusaha menarik perhatian dara dengan segala cara. Termasuk melakukan sex harassment yang sebenarnya juga dinikmati Dara. Tidak cukup disitu, teman-teman Dara yang benci dengan sikap obsesifnya Panji mendukung hubungan Dara dan Jo meskipun Dara berusaha menolak dan mengingkari perasaanya.

Mungkin, bagi kebanyakan cewek akan sama bingungnya dengan Dara. Bayangkan, ketika pernikahan sudah ditentukan tanggalnya, sudah booking catering dan segala sesuatunya. Eh ada Dewa maha tampan yang terperangkap dalam tubuh manusia yang bernama Jo, dan menawarkan cinta yang selama ini Dara cari. Segala hal tentang Jo begitu menggairahkan Dara hingga akhirnya dirinya menyerah dan melakukan hubungan intim bersama Jo. Oh damn!

Kemudian hubungan Jo dan Dara menjadi canggung dan retak, demikian juga hubungan Panji dan dara bubar. Parahnya, Dara tidak memberikan hatinya pada Jo dan memilih sendiri hingga membuat Jo frustasi dan patah hati selama berbulan-bulan.

Endingnya, saat Poppy yang balik dari Paris membuka restoran mengundang Dara untuk opening restaurannya. Disanalah Jo dan Dara bertemu, kemudian Dara mengungkapkan rasa cintanya pada Jo dan mereka kembali bersatu dengan dramatis.

Secara keseluruhan ini buku enak dibaca namun konflik yang dibangunnya terlalu berbelit-belit dan tersentral pada sikap plin-plannya Dara membuat dee sedikit eneg. Hehehe.  Ginilah kalau emak labil yang baca buku Metropop berat kayak gini. Namun, gaya bahasa yang dipakai penulis bener-bener enak dibaca dengan segala umpatan yang cablak dan cara Dara mendebat Jo membuat Dee jatuh cinta.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here