Mrs. Stubborn

0
56

Prolog

P = Key!
P = Key!
P=  Key! Balas napa!
K = eh, iya Tra. Apa?

***

“Apa? Kamu … Wait a second, are you blaming this on me?!” teriak Keyza dengan histeris begitu mendengar Petra, kekasih yang menuduh dirinya sengaja hamil untuk menjebak. “Kamu pikir, aku seneng hamil kayak gini? Kamu pikir, aku bisa hamil sendiri tanpa andilmu?”

“Lalu? Apa namanya ini?” geram Petra dengan mata berkilat marah dan meremas-remas rambutnya dengan kasar.

“Arggh! Mana aku tahu!”

“Arrgh! Kamu and bayi itu … bikin hidupku berantakan!”

“Apa kami bilang? Kamu yang bikin hidupku hancur! Kamu pikir aku seneng hamil dari benih laki-laki brengsek kayak kamu?”

“Aku memang brengsek, lalu? Bukankah kita telah sepakat untuk berbagi kenikmatan dengan sukarela? Dan, bayi itu bukanlah kesepakatan kita!”

“Petra … kamu … menjijikkan!”

“Baguslah! Kenapa nggak bilang dari dulu? Kamu pikir kamu paling OK? Big No! Masih banyak cewek yang lebih bagus dari kamu dan gampang aku dapetin.”

Wait … Kamu ngehina aku? OK, Petra! OK! Kita selesai,” teriak Keyza dengan penuh kemarahan sambil lari dari rumah Petra.

Petra diam, memandang kepergian Keyza dengan nanar. Ada kemarahan, kekecewaan dan beragam perasaan lainnya. “Oh, gosh! Kenapa bisa begini?”

Keyza yang berlari keluar menyetop taksi yang kebetulan lewat, tidak dihiraukannya tatapan penuh tanya sopir taksi yang menunggu dengan sabar, sekedar untuk menanyakan tujuan Keyza.

Setelah menimbang sesaat, Keyza memutuskan ke rumah Lalura. Sahabat yang selalu memberikan dukungan dan tempat sandaran ketika ada masalah. Terlebih, masalah kehamilannya bukan masalah ringan.

Ujian Nasional sebenar lagi dan Papinya menuntut kuliah agar kelak mampu mewarisi bisnis keluarganya. Namun, apa yang terjadi kini membuat bayangan masa depan yang cerah hilang begitu saja. Akibat rasa penasaran yang berlanjut pada ketagihan, telah menyebabkan kehidupan lain bersarang di rahim Keyza.

Tidak terbayang, bagaimana kemarahan keluarga Keyza jika tahu dirinya hamil, dan yang pasti dirinya sudah tidak mau berhubungan dengan Petra lagi. Sikap pecundang yang ditunjukkannya melukai harga diri Keyza.

Sementara itu ….

Di rumah Petra, Bi Yanti, asisten rumah tangga, tampak sibuk menenangkan anak majikannya yang mengamuk seperti kesetanan. Berbagai barang telah dilempar, beling-beling pun berserakan dan si empunya masih juga meradang.

Andai, waktu bisa diputar, tentu Petra akan kembali ke masa itu, masa di mana pertama bertemu Keyza. Semua untuk menghentikan dirinya jatuh cinta pada keluguan gadis yang baru saja dimaki-makinya, dan juga mencegahnya percaya kepada cowok seperti dirinya.

****

Senin yang biasa, macet, buru-buru karena harus upacara dan tentu saja karena bangun terlambat, sebab semalam Petra menghabiskan lebih dari separuh malam untuk latihan band dan main game bersama Kalki, sahabatnya.

Imbasnya, kini Petra harus rela memarkir city car-nya di bawah tatapan sinis satpam sekolah dan juga menyiapkan diri menerima hukuman untuk dipermalukan sebagai contoh siswa bandel di hadapan seluruh murid yang sedang upacara.

“Kalian lihat, ini contoh pelajar yang tidak mentaati aturan sekolah. Padahal, nguiiingg ….”

Tidak didengarnya lagi nasehat Guru Kesiswaan yang sedang memberikan petuah, sebab pandangan Petra dan juga seluruh indranya terkunci pada gadis cantik yang berdiri di sebelah kirinya, terhalang oleh Guru Kesiswaan.

Gadis cantik yang asing, karena Petra tahu betul semua gadis cantik di SMU 71 ini. Namun, entah gadis yang tengah mengusap keringat itu nyelip di kelas mana, sehingga terlewatkan radar pencariannya.

Sialnya, saat sedang mengagumi paras gadis misterius itu, Pak Ramlan, Guru Kesiswaan, membentaknya. Karena sedari tadi, dirinya terlihat senyum-senyum tanpa dosa.

“Petra! Kamu pikir ini acara lawak? Kamu malah senyum-senyum!”

“Nggak Pak, serius, Bapak nggak ada lucu-lucunya. Saya cuman senyum karena bersyukur diberi pemandangan indah hari ini,” ucap Petra dengan mimik yang dibuat seserius mungkin.

Terdengar dengung tawa dan cekikikan geli para murid yang melihat kekonyolan Petra. Memang sih, semua juga sudah tahu kalau Petra, BAD BOY keren di SMU 71 merupakan biang onar. Ada saja tingkahnya, seolah tidak takut dengan pelototan tajam Guru Kesiswaan.

Setelah upacara, Petra masih harus setor muka ke ruang konseling, untuk menemui Bu Desi, Guru BP yang selalu sabar menghadapi kenakalannya.

“Kal, cari tahu donk, cewek yang tadi dipajang bareng aku pas upacara.” Sebuah pesan Petra kirimkan kepada Kalki, sahabatnya yang selalu tahu informasi apapun di sekolah.

Tidak lama kemudian, gawai Petra bergetar, sebuah pesan balasan dari Kalki yang siap menjalankan tugas.

Sekembalinya Petra ke kelas, Kalki sudah menunggunya dengan informasi tentang gadis yang menurut Petra misterius.

“Dia tuh anak baru, pindahan dari Surabaya. Sekarang dia ada di kelas XII IPA 3,” bisik Kalki di sela pelajaran Bahasa Inggris yang tengah berlangsung.

“Nanti, istirahat kita samperin yuk,” jawab Petra dengan pelan, takut suara cempreng Miss Lidya merobek telinganya, seperti yang sudah-sudah, ketika dirinya ketahuan tidak membawa tugas.

“Ah, cemen banget sih. Mau PDKT ngajak-ngajak.”

“Mau nggak nih? Kalau nggak mau, malam minggu nanti, kamu bakal main game sendiri,” celetuk Petra sambil tersenyum jahat.

“Anjay dah!” Kalki mengalah dengan pasrah.

Dikelas XII IPA 3 nggak kalah heboh, para cowok berusaha mendekati Keyza. Mulai dari cara yang normal hingga yang aneh pun ada.

“Keyza, kenalan donk,” sapa cowok yang duduk di belakang bangku Keyza.

“Keyza manis … tahu nggak kenapa Dilan suka sama Milea?” tanya teman sebangku dari cowok yang baru saja menyapa Keyza.

Keyza hanya senyum canggung dan menggeleng dengan janggal, melihat ulah teman-temannya.

“Karena, Dilan nggak kenal kamu. Coba Dilan kenal kamu duluan, Milea pasti lewat.”

Sontak saja, banyolan garing itu mengundang “Huu” teman-teman Keyza lain yang kebetulan sedang mendengarkan.

Ada juga yang ngegombalin Keyza dengan mengelap meja dan bangku tempat duduknya, sambil bergaya ala pangeran yang mengajak puteri Disney berdansa.

“Keyza, manis banget sih … dulu mamanya nyidam apa ya?”

“Hai, Sweety. Es teh kalah manis deh sama kamu.”

“Cewek, godain Abang donk. Lagi jomblo nih, diskon lagi!” (Kyaaa disangka baju kali).

Karena kegilaan para cowok di kelas XII IPA 3, cewek-cewek yang merasa kesaingan, mendadak sewot dengan kehadiran Keyza. Sedangkan yang merasa biasa saja, atau baik-baik saja, cukup terbuka dan menyambut hangat kedatangan Keyza. Seperti, Lalura. Teman sebangku Keyza yang baik dan manis.

Bahkan, ketika istirahat, cewek-cewek Gank Cantik terang-terangan sinis ketika secara sengaja menyenggol buku yang tengah Keyza rapikan, hingga jatuh berserak ke lantai.

Kehebohan yang terjadi mendadak berhenti. Cowok-cowok yang suat-suit jadi hening dan pergi ke luar kelas. Gank Cantik yang awalnya pasang muka jutek, heboh merapikan bedak atau lipstick.

Wajar saja, karena di depan kelas, ada Petra, cowok paling badung, ganteng, tajir dan juga sadis di SMU 71.

Kalki masuk, langsung mendekati meja Keyza dan menyerahkan selembar kertas A4 yang menurut pengakuannya, adalah surat cinta dari Bos Besar alias Petra.

Sebuah coretan yang lebih menyerupai sandi rumput dari pada disebut tulisan normal. Ditulis menggunakan spidol hitam yang biasa digunakan untuk papan tulis. Isinya pun, membuat Keyza maupun Lalura melongo.

Dear K,

I love you because you’re the most beautiful girl I’ve ever seen.

Your Love, P.

Muach!

*** BERSAMBUNG ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here