Kematian Marry

0
92

***

“Seldon, ini karena perlakuanmu!” Ulto terlihat panik melihat Marry tidak bergerak dan beberapa bagian tubuhnya tergores.

“Cih! Semua ini salahmu, kenapa kau mengajakku untuk melarikan Marry? Kau memujanya, namun perlakuanmu juga sangat tercela,” ucap Seldon dengan kesal.

Ulto dan Seldon, berkomplot untuk melarikan Marry. Namun, ketika sampai di Ultronia, padang awan dengan 40 musim yang berbeda, Marry diperlakukan dengan kasar. Bahkan, Marry mereka paksa untuk melayani keinginan mereka dengan cara yang menjijikkan ketika melewati musim hujan dan petir yang menakutkan.

Wajar saja keduanya menggilai Marry, karena sebagai primadona di Skypea, negeri awan, pesona Marry sungguh memabukkan. Kulitnya berkilau,  seputih susu dengan sentuhan hijau yang menyerupai dedaunan, sangat kontras dengan pemandangan Skypea yang dominan putih.

“Hai kalian! Kenapa Marry ada bersama kalian?” Nirica memergoki Ulto dan Seldon yang sedang menyeret tubuh Marry.

“Celaka kita! Nirica melihat kita, aku tidak tahu apa yang terjadi jika Nirica tahu, Marry sahabat terbaiknya kita  perlakukan seperti ini,” ucap Ulto dengan panik, ketika melihat Nirica, Ksatria wanita yang bertugas menjaga Skypea.

“Argh! Apa yang kalian lakukan terhadap Marry?” Nirica berteriak histeris melihat sahabat terbaiknya yang tergeletak mengenaskan.

“Nirica maafkan kami! Perbuatan kami sebagai sahabatmu memang memalukan. Sungguh, kami tidak berniat membuat Marry seperti ini.” Wajah Seldon menjadi pias, demikian juga Ulto yang tampak sibuk berusaha melepas awan perekat yang Nirica tembakkan dari Glizeer, senjata pengendali awan.

“Kalian sungguh kejam!” Nirica menangis meratapi Marry. “Tega sekali kalian melarikan Marry dari garasi. Lihatlah tubuhnya yang tadi bersih setelah kucuci, kalian kotori seperti itu! Ah, lihat ini, mesinnya mati! Ini pasti karena kalian gunakan kebut-kebutan dalam cuaca hujan,” tuduh Nirica sambil mengamati Marry, motor agin kesayangannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here